Thursday, 23 June 2011

Mengakui Eksistensi Guru

oleh Silvia Dyah Puspita Sari


Menjadi guru bukanlah suatu hal yang memalukan. Hanya saja bagi mereka yang lebih menginginkan eksistensi diri, hal tersebut bisa menjadi permasalahan tersendiri. Dalam benak mereka tak terpikirkan mengenai keadaan pendidikan di pelosok daerah. Lingkungan yang begitu membutuhkan pendidikan yang berkualitas.

Mereka tak berminat menjadi guru hanya karena malu. Profesi sebagai “seorang tanpa tanda jasa”. Itu yang kerap terlontar oleh mereka tanpa menginterpretasikan maksud dari setiap kata yang didapat. Masalah malu menjadi guru tak perlu dipersoalkan. Hanya jiwa sosok guru ataupun calon guru yang profesional yang mampu menangkis perasaan itu.

Bahkan kalau kita tilik lebih dalam, menjadi guru malah akan menjadi proses eksis bagi kita, generasi penerus bangsa. Jadi, tak perlu malu. Dengan menjadi guru, kita bisa memperbaiki sistem pendidikan yang ada dan melakukan inovasi dalam pembelajaran. Masalah gaji pun tak perlu jadi bahan pikiran. Tentunya kalau kita benar-benar menjalankan profesi guru sebaik mungkin. Tak akan kekurangan. Apalagi dengan adanya sertifikasi guru. Hal itu bisa menjadi motivator tersendiri. Akan tetapi, jangan menyalahartikan gaji yang didapat dari sertifikasi. Gaji itu untuk perbaikan pendidikan, bukan perbaikan kekayaan. Insya Allah masalah kehidupan akan ada gantinya apabila kita tetap menekuni profesi kita yang sedang kita jalani.

Selamat berjuang tuk gapai impian. Mari kita, mahasiswa UNNES jurusan PGSD, mengakui eksistensi diri kita. Asal kita yakin bisa pasti bisa. Sebagai calon generasi pendidik, mari kita ciptakan pendidikan yang berkualitas. PGSD? Jaya!



Ditulis di kamar kos saat terdiam penuh harap dan rindu yang semakin berpaut padanya. Ngaliyan Semarang, 24 Mei 2011, 23:42 WIB.

Thursday, 12 May 2011

Perjalanan panjang. Seperti biasa. Hari Rabu adalah hari yang panjang bagiku. Jadwal kuliah padat dari mentari menjelang sampai mentari hendak menuju ke peraduannya. Sorenya mengisi mentoring untuk kelompok adik-adik Tutorial PAI. Malamnya ngajar ngaji. Setelah itu, ada pembelajaran yang sangat berharga dari hasil ketemuan dengan Kak Nur, salah satu teman atau sesepuh di Pramuka, pembina yang membuatku kagum dengan untaian kata-kata motivasinya. Begitu dalam.
Hidup hari ini. Sebagi pembelajaran saja. Mengingat, mengerti, memahami, proses menuju hal yang diinginkan. Aku teringat sosok yang membuatku berdecak kagum dan menginspirasiku dalam pembelajaran kegidupan. Setelah mengenalnya, aku mengetahui akan perlunya kesabaran dalam hidup. Iya. Sabar.
Up Grading Wilayah (UG Wil) untuk Pengurus FLP se-Jawa Tengah dilaksanakan di Tegal. Tepatnya di Hotel Kencana. Hari ini adalah hari kedua UG Wil. Materi dilanjutkan dengan Talkshow Kepenulisan yang awalanya direncanakan di Pendopo kemudian pindah di Gedung Wanita.
Selesai acara, foto bareng dan tanda tangan. Tak terduga.

Monday, 9 May 2011


“Jalan meraih mimpi memang tidak pernah mudah. Akan selalu ada onak dan duri yang menghalangi. Namun semangat, harapan, kerja keras, dan doa akan bisa mengatasi itu semua. Buku ini menulis tentang itu semua, sebagian ceritanya begitu menyentuh dan layak diapresiasi.”

–Habiburrahman El Shirazy
Novelis, Sarjana Al Azhar University, Cairo, Mesir
Penulis Novel Fenomenal Ayat Ayat Cinta–



TENTANG BUKU
Judul : Sekolah Kolong Langit
Edisi/cetakan : I / Cetakan 1, Maret 2011
Tebal : 224+xii halaman
Penerbit : pm-publisher Semarang
Harga : Rp 30.000,00

Sudah ber-ISBN

Kata Pengantar : Afifah Afra (Novelis – Ketua FLP Jawa Tengah)

Endorsment:

Habiburrahman El Shirazy (Novelis, Sarjana Al Azhar University, Cairo, Mesir. Penulis Novel Fenomenal Ayat Ayat Cinta),

Wardjito Soeharso (Pengelola penullismuda.com),

Sulaiman AlKumayi (Penulis Best Seller Kecerdasan 99 – Direktur Insisma),

Rianna Wati (Dosen Sastra UNS),

Muhammad Ali (Wartawan Suara Merdeka),

dan Agus M Irkham (Penikmat Cerpen).

Sekolah Kolong Langit…

Kumpulan Cerpen Inspiratif dan Penuh Pencerahan

Dari 23 penulis muda Indonesia

Oliphia Olive, Nurfita Kusuma Dewi, Syah Azis Nangin, Agus Qoribul Akhwan, Silvia Dyah Puspita Sari, Alvi Darojaturrois, Azhifah Zafitri, Edy Arif Tirtana, Muhammad Khoirul Anam, Eva Nuriatul Fajr, Mulipah, Raddy Wicaks al-Jihadi, Rizal Mubit, Hanifah Dian, Fajriatul Mubarokah, Adi Seno, Ahmad Khairul Anam el-Mughnie, Na’imah Awan Nur, Rofiq Hidayat, Nur Ariyanto, Winas Nazula Fajrin Maulia, R Fahra Nisa, Ali Margosim Chaniago



Oh iya, ada lima penulis muda yang merupakan mahasiswa UNNES jurusan PGSD lho…

Bagi yang berminat bisa menghubungi 081325184154 (a.n. Silvia)



Mari terapkan budaya baca, lalu kita MENULIS sekarang juga.

Salam dahsyat dan sukses selalu! ^_^

_Silvia Dyah Puspita Sari



Semarang, 6 Mei 2011, 21:45

Saturday, 7 May 2011

Perjalanan ke Tegal akan dimulai hari ini. Selamat berjuang. Semoga sukses gapai impian! Salam dahsyat tulisan master peradaban!

Friday, 6 May 2011

Pagi yang lumayan cerah. Saya; Silvia dan kelima teman saya; Novita, Susiana, Riana, Sikum, dan Nanang pergi ke SD Tambak Aji 04, Ngaliyan, Semarang. Kami bermaksud untuk observasi sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS SD. Kami terbagi menjadi 3 sepeda motor, berboncengan. Saya bersama Novita.

Sesampainya di SD tersebut kami disambut dengan ramah oleh kepala sekolah; Sunarto,S.Pd dengan ramah. Kami dipersilahkan memasuki ruangan kepala sekolah. Setelah berbincang-bincang tak terlalu lama, guru kelas IV-A memasuki ruangan dan bertutur kata kepada kami. Beliau terlihat ramah dan tegas. Mendengar bel masuk telah dibunyikan, kami dipersilahkan untuk memasuki ruang kelas IV-A.

Saya dan kelima teman saya dipersilahkan duduk di belakang, di deretan bangku yang telah ditata dengan rapi. Pembelajaran IPS dimulai. Ruang kelas dan siswa telah dikondisikan dengan baik. Pembelajaran dilakukan berkelompok dengan metode diskusi yang di dalamnya ada presentasi oleh masing-masing kelompok.

PENGUNJUNG

BTemplates.com

Categories

Powered by Blogger.

Senyum Salam Sapa

Selamat datang di Blog saya...

GANBATTE

GANBATTE

PROFILKU

My photo
Pati, Jawa Tengah, Indonesia
Saya itu hanya orang biasa yang berusaha untuk menjadi luar biasa. Keinginan dan kepercayaan yang kuat bisa menjadi motivasi saya untuk terus bergerak. Saya lebih suka sesuatu yang apa adanya, tak perlu dibuat-buat. Santai saja dan semangat tentunya.

Followers

Search This Blog

Popular Posts