"Cinta itu menyembuhkan, bukan menyakiti"
Aku pernah mendengar kata-kata itu. Menyejukkan. Aku setuju. Bila cinta harus saling menjaga, menerima dan memberi. Cinta apa adanya. Cinta setelah ada perubahan hanyalah perjanjian, itu bukan cinta yang sesungguhnya. Kalau cinta hendak di kata. Kenapa harus diam. Apa benar cinta tak perlu kata, cinta hanya untuk dirasa? Aneh memang kalau sudah berbicara masalah cinta. Kadang logika pun tak mampu menjawabnya. Hanya rasa yang mampu berbicara. Lantas, apa yang dipermasalahkan dalam cinta? Satu hal yang perlu dipertanyakan, perhatian. Cinta butuh perhatian akan rasa sayang. Tulus tanpa dibuat-buat. Perhatian yang akan tetap dalam penantian. Perhatian sesaat, setiap waktu, atau perhatiaan jika ada mau. Entahlah. Hanya sang pembelajar cinta yang mampu menjawab akan rasa itu. Sulitnya kalau hati telah berpaut. Bertahan penuh tanya. Lepas pun sulit terasa. Mengambang diantara keduanya bagai hidup di tengah-tengah samudra. Hanya waktu akan mampu tuk membaca semua rangkaian peristiwa.
5 Mei 2011, 10:04
Silvia Dyah Puspita Sari
Thursday, 5 May 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment