Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Tuesday, 7 November 2017



Perangi Hoax, Genggam Kebenaran
Oleh Silvia Dyah Puspita Sari

      Perbincangan tentang hoax atau berita bohong semakin menarik perhatian masyarakat. Dalam kamus oxford dijelaskan istilah hoax mempunyai makna kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat. Zaman memang semakin mengalami perkembangan, termasuk dalam hal penyampaian berita. Dahulu hanya bisa melalui secarik kertas atau media cetak. Saat ini, sudah marak berita melalui media sosial (medsos). Laksana lahan luas yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna atau warga internet (biasa disebut dengan netizen).
      Acapkali medsos bisa dijadikan sebagai wahana komunikasi, menampung dan menyebarkan berbagai infomasi. Namun, bisa jadi sebagai lahan subur untuk menebarkan berbagai kebohongan. Sebagai contoh, pada tahun 2013 ada hoax tentang makanan atau minuman produk tertentu yang dapat menyebabkan kanker. Tentu saja berita tersebut merugikan perusahaan yang menjual produknya. Selain itu, juga ada netizen yang menyebutkan bahwa minuman serbuk memiliki kandungan berbahaya yang dapat menyebabkan batuk dan pengerasan otak.
      Tak hanya hoax tentang makanan dan minuman, di sisi lain juga ada hoax tentang keadaan sosial, informasi yang bisa menimbulkan kegaduhan dalam kehidupan bermasyarakat. Penyebaran hoax melalui medsos sangatlah cepat. Bahkan, dalam hitungan menit bisa diakses oleh ratusan bahkan ribuan pengguna internet lainnya. Hoax seakan semakin meraja lela, sehingga bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.
      Oleh karena itu, hoax tersebut sudah sepatutnya kita perangi. Kita sebagai guru, yaitu pendidik bagi calon generasi penerus bangsa harus menggenggam erat nilai-nilai kebenaran yang ada.
Anti Hoax Sang Pendidik
      Guru dan siswa perlu bekerja sama untuk memerangi hoax. Guru yang mempunyai tugas mendidik dan membimbing siswa bisa memaksimalkan potensi yang ada. Tindakan menangkal, mencegah, dan menanggulangi bahaya hoax jauh lebih baik jika dilakukan sedini mungkin. Melakukan hal-hal yang dapat mengubah pola pikir siswa. Terutama pada siswa usia SD yang masih cenderung bersifat imitasi. Mereka masih suka meniru hal-hal yang diajarkan atau dicontohkan oleh gurunya.
      Acapkali siswa baik di lingkungan sekolah atau rumah, pernah dihebohkan oleh hoax yang sedang marak. Termasuk kita sebagai pendidik pastinya pernah mengalami hal serupa tentang hoax. Hoax sering ditelan mentah dan dianggap sebagai hal yang benar. Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus. Jadi, kita haruslah bersikap anti terhadap hoax yang semakin menjadi-jadi.
      Kita sudah sepatutnya untuk mengidentifikasi mana berita hoax dan mana yang berita asli. Ada lima hal yang dapat kita lakukan yaitu hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta grup diskusi anti hoax. Seringkali berita hoax bersifat provokatif, judul berita dibuat sensasional agar menarik perhatian netizen. Akan tetapi, isi berita kadang tidak sesuai. Kita perlu waspada jika menemukan berita yang demikian. Sebaiknya cari sumber lain atau situs resminya.
      Ketika membuka situs, cermati link atau URL-nya, apakah itu benar-benar website resmi atau hanya blog pribadi netizen. Setelah membuka situs, periksa tentang kebenaran fakta dari berita tersebut. Apakah memang benar-benar fakta atau hanya sekadar opini? Netizen pasti bisa menyimpulkan jika memang ada niatan untuk meneliti. Hal lainnya dengan mengecek keaslian foto. Netizen bisa masuk ke dalam pencarian Google Images. Selain melakukan cara-cara itu, kita juga bias berdiskusi dengan teman-teman di grup tertentu yang membahas tentang hoax.
      Berdasarkan keadaan yang terjadi, kita sebagai pendidik pun tahu bahwa perkembangan penyebaran berita semakin cepat dan meluas sejak ada internet. Menurut KBBI edisi elektronik, disebutkan bahwa internet adalah jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer dan fasilitas komputer yang terorganisasi di seluruh dunia melalui jaringan telepon atau satelit.
Termasuk siswa juga sudah terbiasa dengan smartphone/android yang tak bisa dipisahkan dengan internet.
      Kita tentunya paham, internet bisa dijadikan sebagai media belajar siswa, tetapi juga tidak menutup kemungkinan juga banyak informasi yang sekadar hoax. Hal itu tentu mempunyai dampak negatif. Terdapat empat dampak hoax yang dapat merugikan.
      Pertama, hoax merugikan suatu pihak. Ketika berita yang tak jelas kebenarannya disebarkan pada masyarakat umum, sudah pasti aka nada pihak yang dirugikan. Misalnya saja, pada tahun 2011 ada hoax yang menyebutkan tentang bahayanya meminum minuman sachet. Netizen yang membuat tulisan hoax tersebut, terang-terangan memaparkan daftar nama minuman tersebut. Jelas sekali hal itu ditujukan pada suatu perusahaan tertentu.
      Selain itu, jika hoax berkaitan dengan pihak yang bersifat individu, jelas sekali merugikan seseorang yang tidak bersalah. Citra nama baik menjadi terkotori hanya karena penyebaran berita yang tidak bertanggung jawab oleh para pembuat hoax. Acapkali, hoax hanya untuk ajang kesenangan saja bagi pelaku. Mereka melakukan tanpa memikirkan akibat bagi orang yang bersangkutan.
      Kedua, hoax dapat memberikan reputasi buruk akan seseorang atau sesuatu. Ketika kita menerima atau mendapat berita, kita langsung membagikannya kepada teman lainnya, kita juga termasuk dapat memberikan reputasi yang buruk pada orang lain atau sesuatu jika itu berupa barang. Hoax dapat membuat citra orang menjadi jelek, menurunkan kualitas penjualan produk dan barang tertentu. Ketika hoax sudah tersebar meluas, tidak ada pihak yang mau bertanggungjawab akan hal itu. Jadi, sebaiknya kita tetap selektif ketika mendapatkan informasi atau berita apapun.
      Ketiga, hoax dapat menyebarkan fitnah. Seperti ungkapan bahwa sebenarnya fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Hal itu dapat dibenarkan. Karena kita orang sudah dibunuh, maka sudah selesai urusan dengan kehidupan dunianya. Akan tetapi, kita orang difitnah, orang tersebut akan menanggung malu seumur hidupnya. Fitnah hanya bisa berakhir jika ada yang berhasil membersihkannya. Itupun, tak bisa dikatakan dapat bersih seperti sedia kala.
      Keempat, hoax itu menyebarkan informasi yang salah. Pada saat kita menemukan suatu informasi atau berita yang judul beritanya terlihat sensasional, jangan langsung percaya begitu saja. Coba buka dan baca isi berita tersebut. Kejadian tersebut karena trik pembuat berita agar konten atau isi berita mendapatkan banyak pengunjung. Terlalu banyak tipu daya yang terjadi di jejaring sosial atau media sosial yang ada.
      Berdasarkan uraian tentang dampak dari hoax, kita sebagai pendidik perlu memberikan pendidikan atau edukasi kepada siswa atau keluarga. Pendidikan anti hoax dapat dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya saja dengan menanamkan dan menumbuhkembangkan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu kehidupan di sekolah maupun di rumah. Guru dan siswa tetap perlu berkomunikasi agar lebih tercipta suasana yang akrab untuk diskusi bersama.
      Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bercerita tentang permasalahan yang dihadapi atau dirasakan oleh siswa. Akan lebih baik lagi jika menumbuhkembangkan kesadaran bagi guru dan siswa untuk tidak menjadi pembuat dan penyebar berita hoax. Belajar untuk mencegah dan menangkal berita hoax sebisa mungkin.
      Penulis secara pribadi juga pernah mempunyai pengalaman tentang adanya berita hoax. Ketika memperoleh informasi tentang minuman sachet yang dikabarkan berbahaya, tidak langsung percaya begitu saja. Akan tetapi, berusaha mencari informasi lain yang dirasa lebih akurat dan dapat dipercaya. Hal tersebut perlu dibuktikan kebenarannya. Bisa juga dengan melakukan uji coba terhadap minuman tertentu. Tak hanya itu, lebih baik bertanya daripada diam dalam ketidaktahuan.
      Seperti halnya tentang berita hoax yang baru-baru ini terjadi yaitu tentang registrasi kartu prabayar. Ada berita yang menyebar di medsos yang mengabarkan bahwa registrasi ulang paling lambat tanggal 31 Oktober 2017. Apabila pengguna kartu tidak melakukan registrasi, maka kartu akan diblokir. Mengetahui berita seperti itu, jelas itu merupakan berita hoax.
      Sebagai warga negara yang baik, kita harus berpikir cerdas. Jangan langsung percaya dengan hal atau berita yang baru. Bahkan, berita tentang kewajiban melakukan registrasi kartu prabayar juga ditayangkan di televisi. Selain itu, juga ada SMS resmi dari Kominfo yang berisi bahwa per 31 Oktober 2017 pelanggan wajib registrasi ulang nomor prabayar dengan Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga.
      Penulis sendiri mencoba untuk menelaah setiap kata dan menganalisis mana yang hoax, mana yang berita asli. Jelas bahwa per 31 Oktober itu berarti mulai tanggal 31 Oktober. Kalau ada yang menyebutkan bahwa berakhir tanggal tersebut, jelas itu yang namanya hoax.
      Apabila kita menemukan berita hoax, sebaiknya tak hanya berpangku tangan saja. Alangkah baiknya jika kita bisa melaporkan tindakan tersebut. Ada cara yang dapat dilakukan untuk melaporkan hoax pada masing-masing media yang digunakan. Jika kita menjumpai hoax di Facebook, kita bisa menggunakan fitur Report Status atau Laporkan Status. Kalau ada banyak orang yang melaporkan, biasanya status akan dihapus oleh Facebook.
      Akan tetapi, jika kita menjumpai hoax di Google, tentu menu fiturnya juga berbeda dari Facebook. Pada Google, kita dapat memanfaatkan fitur feedback sebagai umpan balik karena telah menemukan informasi yang palsu. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka layanan untuk pengaduan konten negatif. Netizen dapat melapor melalui e-mail yang ditujukan ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id untuk menyampaikan aspirasi tentang hoax yang diketahui.
      Setelah kita mengetahui tentang hoax dan bahaya negatifnya, termasuk cara memerangi hoax tersebut, tentunya kita sebagai pendidik dapat semakin semangat dalam memerangi hoax. Katakan tidak pada hoax, tetap genggam nilai kebenaran yang ada. Percaya boleh asal pada berita yang benar. Membiasakan berpikir cerdas dalam menerima setiap berita maupun informasi akan menjadikan kita lebih cerdas melangkah dan selektif dalam dunia nyata maupun medsos. 


#antihoax #marimas #pgrijateng




Thursday, 2 May 2013

Guru Honorer Perlu Perhatian Pemerintah* Oleh Silvia Dyah Puspita Sari, S.Pd. Guru SDN Kertomulyo 01, Trangkil, Kabupaten Pati Guru honorer mengajar layaknya guru pada umumnya. Mereka datang mengajar untuk mencerdaskan anak bangsa. Tujuannya sama. Baik di sekolah-sekolah negeri atau swasta, para honorer tetap meluangkan waktu. Hanya saja, rasa rindu pada perhatian pemerintah tetaplah ada. Bagaimana tidak? Jumlah jam mengajar guru honorer juga hampir sama dengan guru-guru yang sudah PNS. Bahkan, kadang beban jam mereka lebih banyak. Lebih dirasakan lagi oleh honorer yang di SD negeri. Mereka mengajar sebagai guru kelas, beban jam mengajar sudah melebihi beban jam minimal. Maraknya guru honorer di SD negeri juga disebabkan maraknya guru PNS yang pensiun. Guru SD di Jawa Tengah sudah banyak yang pensiun. Di Pati sendiri banyak SD negeri yang kekurangan guru kelas. Tak lain karena makin banyaknya jumlah guru PNS pensiun. Mengingat itu, banyak SD negeri mengangkat guru non-PNS untuk mengisi kekosongan di kelas. Guru honorer memasuki lingkup SD negeri, tapi tak berstatus pegawai negeri. Guru pensiun masih mendapatkan haknya berupa uang pensiunan. Lalu bagaimana dengan nasib guru honorer? Mereka yang sudah bekerja layaknya jam minimal mengajar bagi guru PNS, tentu sangat merindukan perhatian dari pemerintah. Hanya saja, gaji yang diterimanya masih sangat minim. Gaji honorer di Pati berkisar Rp 200.000,00 sampai Rp 300.000,00. Gaji tersebut jika diakumulasi per harinya hanya dapat dijadikan sebagai uang ganti transport. Lain halnya guru yang sudah PNS, hanya selisih angka nol di belakang. Jumlah jam mengajar tetapi selisih gaji yang didapatkan begitu besar nominalnya. Butuh Perhatian Guru honorer sangat merindukan saat-saat ada kesetaraan antara guru honorer dan guru PNS. Tentunya berharap adanya pengangkatan dari pemerintah. Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka menunggu ketetapan formasi CPNS 2013. Bahkan untuk jumlah formasi dari pemerintah sangat dinanti-nantikan. Pemerintah perlu mengkaji ulang jumlah tenaga pendidik atau guru yang dibutuhkan oleh daerah. Bisa memperhitungkan baik buruknya untuk pendidikan. Setidaknya untuk tahun ini pemerintah membuka pendaftaran khusus honorer dan juga pendaftaran melalui jalur umum. Bulan ini menjadi angin segar bagi para guru honorer katerogi II, khususnya guru-guru di Pati. Mereka sudah mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes CPNS, walaupun masih tetap ada seleksi bagi mereka. Hasil tes mempengaruhi kelanjutan hidup mereka. Akankah mereka menjadi PNS di tahun mendatang? Semua masih tanda tanya karena tak ada jaminan lulus 100% bagi para guru honorer kategori II tersebut. Di sisi lain, masih banyak diketahui, banyak sekolah-sekolah, khusunya jenjang SD yang banyak mengalami kekosongan guru kelas sehingga sekolah menerima guru honorer yang masih tergolong muda. Lantas, bagaimana dengan honorer muda, tak lain yang bekerja baru-baru ini? Perhatian dari pemerintah sangat diharapkan publik. Terlebih mengenai gaji yang didapatkan guru honorer. Sembari menunggu adanya pengangkatan yang belum jelas kapan waktunya, para honorer begitu butuh perhatian. Sekiranya bisa diusulkan dari pemerintah untuk memberikan tunjangan ataupun menetapkan anggaran khusus bagi para honorer. Nominal berkisar Rp 200.000,00 sampai Rp 300.000,00 masih tergolong minim untuk kategori pekerja guru, gaji yang masih dibawah standar pegawai. Guru kurang diperhatikan. Bagaimana Indonesia ingin maju? Pendidikan saja masih tertinggal. Bagaimana Indonesia ingin berkembang? Kalau pemerintah tidak mensubsidi para guru dalam menjalankan tugasnya. Tetapkan Nominal Sudah sepantasnya pemerintah menetapkan nominal gaji untuk guru honorer. Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 dianggarkan Rp 331 triliun, Rp 23,4 triliun untuk BOS dan Rp 43,1 triliun untuk tunjangan guru. Dengan nominal sebesar itu, pemerintah dapat mengalokasikan untuk kebutuhan pendidikan, baik itu pengadaan buku-buku belajar bagi siswa, media pembelajaran, tunjangan bagi para guru. Mengingat untuk guru sendiri mendapatkan jatah Rp 43,1 triliun, sebaiknya ada sedikit perhatian kepada guru honorer yang masih termasuk muda dalam bekerja, tertunya anggaran standar gaji bagi para honorer. Dengan kata lain, jika gaji nominal sudah ditetapkan selayaknya beban kerja, para guru akan lebih merasa dihargai oleh pemerintah. Menilik lebih dalam. Gaji guru honorer masih dibawah upah pekerja. Upah minimum regional (UMR) yang diberikan oleh pengusaha atau pelaku industri kepada para pekerja, karyawan, atau buruh yang bekerja sesuai bidangnya di perusahaan tempat mereka bekerja. UMR untuk pegawai di Jawa Tengah sudah termasuk cukup tinggi, sudah berada antara Rp 500.00,00 dan Rp 1.000.000,00. Pegawai atau pekerja non-kependidikan saja mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam bentuk penetapan UMR. UMR tersebut diatur oleh Undang-Undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dengan adanya UU tersebut semakin membuat guru honorer merasa dianaktirikan oleh negara. Sudah saatnya pemerintah memperhatikan kondisi pendidikan ssat ini dan keadaan guru. Oleh karena itu, guru tetap harus menjalankan tugasnya sebagai mana mestinya dan melakukan tugas mengajar dengan sebaik-baiknya, pemerinta sebaiknya melakukan pendataan dengan jeli terhadap kekurangan guru SD negeri di Jawa Tengah, khususnya Pati. Banyak SD yang kekuranga guru kelas sehingga jika ada pengangkatan baik itu khusus guru honorer kategori I dan II ataupun pengangkatan melalui jalur umum melalui seleksi tes CPNS, sudah sepatutnya untuk memprioritaskan jumlah guru yang dibutuhkan. * dimuat di Koran Barometer, 9 April 2013

Monday, 4 June 2012

Inspiring Wedding Pernikahan cukup sekali dalam hidup di dunia. Melalui pernikahan, dua insan bisa menyatukan dua hati yang terisi cinta untuk menggapai cinta-Nya. Perlu diketahui bahwa pernikahan merupakan suatu proses yang sakral dalam kehidupan, terutama wanita. Wanita yang selalu berpikir dengan perasaan dan pria yang lebih berpikir dengan logikanya. Keduanya punya celah yang bisa saling mengisi membina mahligai rumah tangga. Untuk itulah kita sebagai insan yang beragama sebaiknya menjaga diri kita baik-baik dalam kehidupan ini dan tentunya dalam berhubungan dengan siapa pun, termasuk dengan lawan jenis. Hal itu berpengaruh dengan calon pendamping kita kelak. Jika kita bisa dan mampu untuk menjaga hati kita untuk calon pendamping hidup kita, insya Allah ia pun demikian. Penantian panjang dalam pernikahan tidak akan terasa lama dengan adanya rasa percaya kita pada-Nya tentang takdir untuk mempertemukan kita dengan jodoh masing-masing. Jodoh kita adalah cerminan kita. Dengan proses seperti itu, kepercayaan pada-Nya akan menguatkan kita dalam menjaga hati kita. Andaikan kita sudah tahu dengan siapa kita akan menikah, hal itu sangat menyenangkan. Akan tetapi, semua tetap butuh waktu sampai menanti saat pernikahan tiba. Hati tetaplah harus dijaga. Karena masa-masa itu merupakan masa penantian yang melibatkan perasaan. Dua hati yang saling terjaga akan bersatu dalam suatu ikatan suci yaitu pernikahan. Keduanya akan memadukan rasa dan hatinya setelah benar-benar menjalani prosesi pernikahan. Pernikahan yang didasari dengan kesucian hati, insya Allah akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang juga akan terjaga hatinya. Generasi penerus itu diciptakan dari sebuah pernikahan yang dilalui dengan jalan yang benar tanpa melanggar syariah agama yang menjadi pedoman kita dalam berbuat. Key Sentence : “Jaga hati kita untuk calon pendamping kita, insya Allah calon pendamping hidup kita juga akan menjaga hatinya untuk kita. Melalui pernikahan akan menyatukan hati yang saling menjaga dan akan melahirkan generasi penerus bangsa yang terjaga hatinya.” Semarang, 14 Juli 2011 Silvia Dyah Puspita Sari # sekedar gorean kata ketika diajak teman ikut lomba & diminta nulis dgn tema sperti di atas. Eh, alhmdlh pas acara dipanggil sebagai finalis, disuruh presentasi dadakan. pengalaman yang tak trlupa. Hmmmm. Alhamdulillah... ^_^

Friday, 18 November 2011

Kemah Pramuka Bakti Merapi
oleh : Silvia Dyah Puspita Sari

Kemah Pramuka Bakti Merapi (KPBM) 2011 diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 3-5 Juni 2011 di Desa Kalibening Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Peserta KPBM berjumlah 130 mahasiswa dari semua Fakultas di Unnes, dibagi menjadi beberapa tim. Salah satunya adalah tim Psiko Edukatif, merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ilmu Pendidikan.
KPBM yang memiliki motto “tiga hari dua malam satu hati untuk Merapi” ini dibuka langsung oleh Rektor Unnes, Sudijono Sastroatmodjo pada hari Jumat (3/6) dengan ditandai pemukulan kentongan saat upacara pembukaan. Setelah upacara selesai, dilanjutkan penanaman pohon oleh Rektor. Bibit pohon yang dipilih untuk penanaman dalam rangka konservasi adalah bibit pohon sengon dan bibit jabon yaitu jati kebon. “Buah tidak bisa tahan lama, tanaman bisa tahan lama,” kata Rektor saat diwawancarai siang itu.

Siangnya diadakan latihan gabungan kepada siswa SD setempat. Sorenya, mahasiswa dari tim tonnis membuat pembuatan lapangan tonnis yang bertujuan agar masyarakat bisa ikut menikmati permainan tonnis, salah satu permainan baru yang diciptakan oleh Unnes. Harapannya melalui tonnis dapat membuat anak-anak dan warga riang. Trauma pasca erupsi yang dialami oleh anak-anak dan warga tak mungkin bisa langsung hilang begitu saja. Akan tetapi, hal tersebut bisa diupayakan dengan mengalihkan perhatian mereka pada hal lain yang sekiranya lebih bermanfaat. Salah satunya dengan permainan tonnis bisa sebagai sarana untuk mengalihkan perhatian.
Malam harinya, diadakan kediatan Psiko Edukatif kepada masyarakat. Melalui permainan, pelatihan dan kegiatan bertujuan untuk mengembalikan motivasi masyarakat. Rasa percaya diri juga diharapkan bisa kembali pada diri setiap warga yang pernah mengalami situasi saat meletusnya Gunung Merapi yang tak jauh dari lokasi.
Pada hari kedua (4/6), dilaksanakan Psiko Edukatif di TK Kanisius, SD Kanisius, dan MI Muhammadiyah di Kecamatan Dukun untuk menumbuhkan motivasi dan percaya diri. Pada kegiatan Psiko Edukatif di SD Kanisius, setelah kegiatan di kelas dilanjutkan permainan di lapangan diantaranya permainan Bola Telur Naga, Pinhol, Crazy Balls, dan Water Volly. Pada waktu yang bersamaan juga diadakan Pemberdayaan taman bacaan dan permainan tonnis di lingkungan desa Kalibening. Siangnya diadakan kegiatan Trauma Healing bagi guru-guru SD/MI di Ruangan kelas MTs Muhammadiyah Kecamatan Dukun. Malam harinya diadakan pentas seni yang melibatkan warga dengan tujuan untuk mengakrabkan diri.

Pada hari ketiga (5/6) yang merupakan hari terakhir KPBM, peserta bersama warga melaksanakan kegiatan konservasi berupa penanaman pohon dan bakti lingkungan di desa tersebut secara. Peserta KPBM melakukan bersih jalan dan rerumputan yang mengotori lingkungan. Pada saat yang bersamaan juga diadakan lomba pesta siaga di lingkungan perkemahan. Setelah istirahat sejenak, akhirnya KPBM ditutup pada siang itu melalui upacara penutupan yang ditandai dengan pemukulan kentongan.



Semarang, 6 Juni 2011, 17:17 WIB
Silvia Dyah Puspita Sari
Pengejawantahan Nilai Pancasila

Pancasila merupakan suatu yang patut dilestarikan walaupun mata kuliah Pancasila sudah tidak diajarkan. Pada kehidupan sehari-hari, kita sebagai generasi penerus bangsa perlu sesekali berkontemplasi akan arti pentingnya pancasila dalam kehidupan ini. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat kita aktualisasikan dalam dunia nyata yang masih membutuhkan sentuhan tangan kita.
Tentunya pancasila penting untuk menjadikan kita sebagai bangsa yang berdedikasi tinggi dengan adanya nilai dan moral yang sesuai dengan pancasila. Kelima sila yang terkandung di dalamnya mempunyai makna yang dalam apabila kita berupaya untuk mencermati secara mendalam.
Di samping itu, kita perlu melatih diri agar tetap bisa mengejawantahkan nilai-nilai yang terkandung tersebut. Hal tersebut akan menjadi pondasi dalam bersikap dan berbuat.

Semarang, 25 Mei 2011, 12:05 WIB
Silvia Dyah Puspita Sari
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang

Thursday, 17 November 2011

Angggunnya Jilbabmu
oleh : Silvia Dyah Puspita Sari

Pesona indah paras seorang wanita. Makhluk Allah SWT yang diberikan sifat keibuan, kelembutan di sunia yang fana ini. Kecantikan yang dimiliki mengundang minat sesama untuk saling memandang. Betapa nikmat dunia dengan adanya wanita-wanita. Kecantikan itu akan lebih sempurna dalam Islam dengan dipakaikannya jilbab yang akan menutupi rambut wanita. Karena rambut wanita seakan mahkota bagi mereka. Sosok wanita di dunia ini bermacam-macam adanya. Tak jarang ditemukan wanita tapi tak seperti wanita karena sifatnya yang terlihat tomboi, hampir berperilaku dan berpenampilan seperti laki-laki. Bahkan, ada juga yang memang ingin bergaul dengan nyaman laki-laki sampai-sampai bertindak seakan dia laki-laki.
Oleh karena itu, ada beberapa pihak yang mulai membuka diri untuk merubah penampilannya. Tak sedikit mulai mengenakan jilbab. Mereka terlihat lebih anggun ketika memakai jilbab yang menutupi rambutnya. Terasa terpancarkan pesona kewanitaannya. Masih banyak hal yang terlihat dari berbagai wanita. Hal itu pula yang menjadikan wanita yang berjilbab terasa beda dari wanita-wanita yang lain. Aura yang mereka miliki lebih mengena dalam pandangan bagi siapapun yang memandang saat itu juga.
Di dalam kehidupan sehari-hari, jilbab begitu banyak diminati khalayak ramai, salah satu motif untuk merubah diri menjadi lebih baik. Tak heran jika banyak yang memburu meskipun banyak perbedaan tujuan dari berjilaba. Banyak wanita yang menyampaikan bahwa dengan berjilbab membuat mereka lebih anggun dan terasa terlindungi. Hal itu dikarenakan adnya perbedaan perlakuan dari laki-laki yang usil dan iseng di jalan. Kebanyakan dari laki-laki yang usil terkesan lebih menghormati wanita yang berjilbab daripada yang berpakaian seksi dan tanpa berjilbab. Mereka yang berjilbab diganggu dengan ucapan salam, sedangkan mereka ynag tidak berjilbab diganggu dengan godaan kata-kata dan siulan. Perbedaan perlakuan itu dirasakan oleh wanita. Dengan berjilbab, mereka merasa lebih terlindungi dari kejadian yang tentunya tak diinginkanya.
Wanita yang berjilbab tentunya wanita yang mengerti tentang islam karena perintah untuk berjilbab juga dijelaskan di dalam Al Quran. Wanita akan berusaha menjaga diri dalam bersikap terlebih mereka yang berjilbab, seolah jilbab sebagai kontrol mereka dalam berbuat sesuatu. Jilbablah yang membuat mereka terlihat menjadi sosok yang anggun dengan mengenakan jilbab itu. Segala sikap yang hendak dilakukan pasti dipikirkan terlebih dahulu. Keanggunan wanita berjilbab seperti menjadi tolak ukur dalam segala tindakan. Mereka menjaga diri dengan hal-hal yang kurang berkenan.
Senantiasa wanita bangga dengan jilbabnya. Jilbab tak hanya berfungsi sebagai penutup kepala saat panas, jilbab tak hanya digunakan sebagai ajang fashion, jilbab tak hanya untuk mengikuti zaman, tapi lebih kepada keistimewaan jilbab untuk keanggunan seorang wanita yang berjilbab. Akhlak dan perbuatan bisa tercermin dari jilbab yang dia kenakan. Karena, dengan jilbablah mereka bisa mengontrol diri dalam berbuat sesuatu. Fungsi kontrol itulah yang acapkali menjadi titik temu dari sekian banyak perdebatan yang ada. Oleh karena itu, kontrol dari masing-masing wanita sangat diperlukan. Tentunya dengan berjilbab.
Kejadian seperti itu akan tampak di dalam kehidupan sehari-hari. Wanita dan jilbab. Adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Kontras. Keanggunan wanita itulah yang selalu ada dalam pancaran wajah dan penampilannya. Satu hal yang pasti ialah wanita akan terlihat anggun jikalau ia berjilbab. Tak hanya berjilbab secara lahiriah, tetapi berjilbab secara batiniah. Mereka bisa menjilbabi hati mereka. Anggunnya jilbabmu wahai wanita. Tegakkan citra wanita islam dengan santun perilakumu.


Semarang, 2 Mei 2011
Silvia Dyah Puspita sari

Thursday, 23 June 2011

Mengakui Eksistensi Guru

oleh Silvia Dyah Puspita Sari


Menjadi guru bukanlah suatu hal yang memalukan. Hanya saja bagi mereka yang lebih menginginkan eksistensi diri, hal tersebut bisa menjadi permasalahan tersendiri. Dalam benak mereka tak terpikirkan mengenai keadaan pendidikan di pelosok daerah. Lingkungan yang begitu membutuhkan pendidikan yang berkualitas.

Mereka tak berminat menjadi guru hanya karena malu. Profesi sebagai “seorang tanpa tanda jasa”. Itu yang kerap terlontar oleh mereka tanpa menginterpretasikan maksud dari setiap kata yang didapat. Masalah malu menjadi guru tak perlu dipersoalkan. Hanya jiwa sosok guru ataupun calon guru yang profesional yang mampu menangkis perasaan itu.

Bahkan kalau kita tilik lebih dalam, menjadi guru malah akan menjadi proses eksis bagi kita, generasi penerus bangsa. Jadi, tak perlu malu. Dengan menjadi guru, kita bisa memperbaiki sistem pendidikan yang ada dan melakukan inovasi dalam pembelajaran. Masalah gaji pun tak perlu jadi bahan pikiran. Tentunya kalau kita benar-benar menjalankan profesi guru sebaik mungkin. Tak akan kekurangan. Apalagi dengan adanya sertifikasi guru. Hal itu bisa menjadi motivator tersendiri. Akan tetapi, jangan menyalahartikan gaji yang didapat dari sertifikasi. Gaji itu untuk perbaikan pendidikan, bukan perbaikan kekayaan. Insya Allah masalah kehidupan akan ada gantinya apabila kita tetap menekuni profesi kita yang sedang kita jalani.

Selamat berjuang tuk gapai impian. Mari kita, mahasiswa UNNES jurusan PGSD, mengakui eksistensi diri kita. Asal kita yakin bisa pasti bisa. Sebagai calon generasi pendidik, mari kita ciptakan pendidikan yang berkualitas. PGSD? Jaya!



Ditulis di kamar kos saat terdiam penuh harap dan rindu yang semakin berpaut padanya. Ngaliyan Semarang, 24 Mei 2011, 23:42 WIB.

Sunday, 1 May 2011

Shalawat dan Berdzikir untukmu, Semarang
oleh : Silvia Dyah Puspita Sari




Memperingati hari jadi Kota Semarang yang ke-464, pada hari Jumat (29/4) diadakan Tabligh Akbar di Balaikota Semarang. Ribuan orang dari berbagai penjuru menghadiri acara itu. Semangat jamaah Tabligh Akbar begitu tinggi. Tua muda, putra putri dari berbagai daerah ikut menyemarakkan acara itu. Sekitar jam 8 halaman Balaikota sudah sudah sarat oleh pendatang yang termasuk dalam banyak rombongan besar walaupun kondisi sedang hujan lebat. Hujan berhenti perlahan. Banyak bendera dari rombongan yang dikibarkan sampai-sampai pihak keamanan turun tangan untuk mengkondisikan. Tak hanya itu, jamaah berebut di posisi depan yang menjadikan adu mulut antar jamaah.
Tak terasa sejam berlalu begitu cepat, hujan masih turun. Sekitar jam 9 acara dibuka. Suara jamaah begitu menggelegar mendapati sosok yang ditunggu-tunggu, Habib Syekh. Dipimpin oleh Habib Syekh, jamaah melantunkan shalawat dan dzikir. Semangat peserta tetap membara walaupun berada di bawah rintikan air hujan. Itu karena lokasi di halaman terbuka. Jadi, semua yang ada di sana sama-sama merasakan nikmatnya air hujan sambil terus bershalawat. Setelah itu, dilanjutkan tausiyah oleh Habib Syekh, juga terlihat dan terdengar suara merdu dari Ustadz Jefri Al Bukhori yang menyempatkan hadir.

Semarang, 1 Mei 2011, 20:57

PENGUNJUNG

BTemplates.com

Categories

Powered by Blogger.

Senyum Salam Sapa

Selamat datang di Blog saya...

GANBATTE

GANBATTE

PROFILKU

My photo
Pati, Jawa Tengah, Indonesia
Saya itu hanya orang biasa yang berusaha untuk menjadi luar biasa. Keinginan dan kepercayaan yang kuat bisa menjadi motivasi saya untuk terus bergerak. Saya lebih suka sesuatu yang apa adanya, tak perlu dibuat-buat. Santai saja dan semangat tentunya.

Followers

Search This Blog

Popular Posts