Monday, 4 June 2012
Inspiring Wedding
Pernikahan cukup sekali dalam hidup di dunia. Melalui pernikahan, dua insan bisa menyatukan dua hati yang terisi cinta untuk menggapai cinta-Nya. Perlu diketahui bahwa pernikahan merupakan suatu proses yang sakral dalam kehidupan, terutama wanita. Wanita yang selalu berpikir dengan perasaan dan pria yang lebih berpikir dengan logikanya. Keduanya punya celah yang bisa saling mengisi membina mahligai rumah tangga. Untuk itulah kita sebagai insan yang beragama sebaiknya menjaga diri kita baik-baik dalam kehidupan ini dan tentunya dalam berhubungan dengan siapa pun, termasuk dengan lawan jenis. Hal itu berpengaruh dengan calon pendamping kita kelak. Jika kita bisa dan mampu untuk menjaga hati kita untuk calon pendamping hidup kita, insya Allah ia pun demikian. Penantian panjang dalam pernikahan tidak akan terasa lama dengan adanya rasa percaya kita pada-Nya tentang takdir untuk mempertemukan kita dengan jodoh masing-masing. Jodoh kita adalah cerminan kita.
Dengan proses seperti itu, kepercayaan pada-Nya akan menguatkan kita dalam menjaga hati kita. Andaikan kita sudah tahu dengan siapa kita akan menikah, hal itu sangat menyenangkan. Akan tetapi, semua tetap butuh waktu sampai menanti saat pernikahan tiba. Hati tetaplah harus dijaga. Karena masa-masa itu merupakan masa penantian yang melibatkan perasaan. Dua hati yang saling terjaga akan bersatu dalam suatu ikatan suci yaitu pernikahan. Keduanya akan memadukan rasa dan hatinya setelah benar-benar menjalani prosesi pernikahan. Pernikahan yang didasari dengan kesucian hati, insya Allah akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang juga akan terjaga hatinya. Generasi penerus itu diciptakan dari sebuah pernikahan yang dilalui dengan jalan yang benar tanpa melanggar syariah agama yang menjadi pedoman kita dalam berbuat.
Key Sentence :
“Jaga hati kita untuk calon pendamping kita, insya Allah calon pendamping hidup kita juga akan menjaga hatinya untuk kita. Melalui pernikahan akan menyatukan hati yang saling menjaga dan akan melahirkan generasi penerus bangsa yang terjaga hatinya.”
Semarang, 14 Juli 2011
Silvia Dyah Puspita Sari
# sekedar gorean kata ketika diajak teman ikut lomba & diminta nulis dgn tema sperti di atas. Eh, alhmdlh pas acara dipanggil sebagai finalis, disuruh presentasi dadakan. pengalaman yang tak trlupa. Hmmmm. Alhamdulillah... ^_^
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


hm......ada yang udah kebelet nikah.he....
ReplyDeletemaen ke blog ku juga ya ukh...,
Hehe... doanya ya...
ReplyDeleteAku baru nyadar kl ada komentar...
Baru sempet otak atik blog.