Friday, 13 July 2012
Pikiran kadang tak harus sesuai dengan perasaan. Perasaan yang hanya terbawa oleh emosi.
Setengah tahun yang lalu kamu menghubungiku untuk sebuah perkenalan, hanya tau dari temanku. Kejadian itu hanya kebetulan, karena kamu memang teman dari temanku.
Dua bulan lalu kamu sering memberikan informasi kepadaku. Tentunya memang kebetulan, kamu kan sudah jadi temanku.
Sebulan yang lalu, kamu menanyakan perkembangan hobi & minatku. Aku rasa itu hanya kebetulan karena sudah sewajarnya sebagai teman.
Minat dan hobi yang kebetulan sama. Ya tentunya itu memang kebetulan. Pasti. Kamu kan tau aku dari teman yang satu tujuan hobi & minatnya. Pasti itu kebetulan.
Aku tahu, hal ini juga pasti memang kebetulan. Kamu perhatian padaku, hanya sekedar menanyakan kabar, memberikan motivasi dalam hidupku. Kamu kan memang teman. Hal itu wajar karena kita memang teman.
#Hidup lebih realistis. Pikiran dan perasaan itu beda tipis. Rasakan sesuatu yang realistik agar pikiran juga realistis. Menjadi lebih peka, karena peka dan tolol itu tak jauh.
Hidup tetap hidup. Seperti inilah hidup, tinggal dijalani dengan penuh motivasi hidup. Sabar... Kemenangan itu pasti 'kan datang.
Ganbatte! ^_^
Semarang, 23 Juni 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment