Ruang Menulis Bagi Pemuda
oleh: Silvia Dyah Puspita Sari
Salah satu aktivitas di hari Ahad ialah menanti “Islam Digest” sebagai wacana. “Islam Digest” sangat menarik untuk dibaca. Banyak ilmu yang bisa didapat di dalamnya, terutama peristiwa mutakhir dan pengetahuan tentang islam. Berkaitan tentang ilmu-ilmu islam, saya ingin mengusulkan agar adanya penambahan rubrik “Islam dan Tulisan” atau pembahasan topik tersebut. Hal ini saya usulkan karena dewasa ini banyak pemuda yang berminat dalam dunia kepenulisan. Supaya tulisan yang mereka tulis bisa tetap dinikmati oleh khalayak ramai karena masih sesuai dengan ajaran islam. Tentunya disertai penjelasan tentang tulisan dan batasan tulisan yang bagaimana tulisan tersebut pantas dikonsumsi publik. Semoga dengan adanya pembahasan tentang topik tersebut dapat memberikan pencerahan tulisan kepada pembaca ataupun kepada pemuda khususnya.
Silvia Dyah Puspita Sari
Guru SD di Pati, koordinator divisi di organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Pati.
#
dimuat di Republika, 2 Desember 2012
Thursday, 27 December 2012
Friday, 13 July 2012
Melangkah lagi... Kepakkan sayap-sayap mengitari halaman. Hanya sekejap. Mencoba bangkit mendulang tinggi. Kibarkan semangat, terbang dalam angan, setiap kata mempunyai makna. Sayap-sayap itu pun bersinar. Putih terang. Perlahan terangkat. Amboi. Indahnya angkasa bersama butiran mimpi. Inilah cita. Harapan yang pasti akan jadi nyata. Itulah usaha, harapan, dan doa.
Pikiran kadang tak harus sesuai dengan perasaan. Perasaan yang hanya terbawa oleh emosi.
Setengah tahun yang lalu kamu menghubungiku untuk sebuah perkenalan, hanya tau dari temanku. Kejadian itu hanya kebetulan, karena kamu memang teman dari temanku.
Dua bulan lalu kamu sering memberikan informasi kepadaku. Tentunya memang kebetulan, kamu kan sudah jadi temanku.
Sebulan yang lalu, kamu menanyakan perkembangan hobi & minatku. Aku rasa itu hanya kebetulan karena sudah sewajarnya sebagai teman.
Minat dan hobi yang kebetulan sama. Ya tentunya itu memang kebetulan. Pasti. Kamu kan tau aku dari teman yang satu tujuan hobi & minatnya. Pasti itu kebetulan.
Aku tahu, hal ini juga pasti memang kebetulan. Kamu perhatian padaku, hanya sekedar menanyakan kabar, memberikan motivasi dalam hidupku. Kamu kan memang teman. Hal itu wajar karena kita memang teman.
#Hidup lebih realistis. Pikiran dan perasaan itu beda tipis. Rasakan sesuatu yang realistik agar pikiran juga realistis. Menjadi lebih peka, karena peka dan tolol itu tak jauh.
Hidup tetap hidup. Seperti inilah hidup, tinggal dijalani dengan penuh motivasi hidup. Sabar... Kemenangan itu pasti 'kan datang.
Ganbatte! ^_^
Semarang, 23 Juni 2012
Ya Allah …. Jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan
Cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah … jia aku jatuh cinta,
Ijinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar tidak jatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana …. Jika aku jatuh cinta,
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari-Mu
Ya Rabbul Izzati… jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah…jia aku rindu,
Jagalah rinduku padanya agar tidak lalaui aku merindui syurga-Mu.
Ya Allah…jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
Indanya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.
Ya Allah…jika aku jatuh hati pada kekasih-mu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
Perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu
Ya Allah…jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi
Hanya kepada-Mu
Ya Allah…Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa
Dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
Telah berpadu dalam membela syari’at –Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatanya, kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah padam.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan
Keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu…….
--------------------------------------------------------------------------
Bismillahirrohmanirrohim...Inilah aku apa adanya,
Hanyalah seorang wanita biasa.Ya Allah...
Pertemukanlah aku dengan seseorang yang sesuai dengan kehendak-Mu,Amin..
Hati ini hanya bisa merindumu yang masih dalam angan kehidupan dengan rasa cinta pada-Mu.
Bersabarlah... Kemenangan itu pasti 'kan datang.
Semarang, 13 Juli 2012, 07:51 WJV (Waktu Jam-nya Vivi)
Monday, 4 June 2012
Inspiring Wedding
Pernikahan cukup sekali dalam hidup di dunia. Melalui pernikahan, dua insan bisa menyatukan dua hati yang terisi cinta untuk menggapai cinta-Nya. Perlu diketahui bahwa pernikahan merupakan suatu proses yang sakral dalam kehidupan, terutama wanita. Wanita yang selalu berpikir dengan perasaan dan pria yang lebih berpikir dengan logikanya. Keduanya punya celah yang bisa saling mengisi membina mahligai rumah tangga. Untuk itulah kita sebagai insan yang beragama sebaiknya menjaga diri kita baik-baik dalam kehidupan ini dan tentunya dalam berhubungan dengan siapa pun, termasuk dengan lawan jenis. Hal itu berpengaruh dengan calon pendamping kita kelak. Jika kita bisa dan mampu untuk menjaga hati kita untuk calon pendamping hidup kita, insya Allah ia pun demikian. Penantian panjang dalam pernikahan tidak akan terasa lama dengan adanya rasa percaya kita pada-Nya tentang takdir untuk mempertemukan kita dengan jodoh masing-masing. Jodoh kita adalah cerminan kita.
Dengan proses seperti itu, kepercayaan pada-Nya akan menguatkan kita dalam menjaga hati kita. Andaikan kita sudah tahu dengan siapa kita akan menikah, hal itu sangat menyenangkan. Akan tetapi, semua tetap butuh waktu sampai menanti saat pernikahan tiba. Hati tetaplah harus dijaga. Karena masa-masa itu merupakan masa penantian yang melibatkan perasaan. Dua hati yang saling terjaga akan bersatu dalam suatu ikatan suci yaitu pernikahan. Keduanya akan memadukan rasa dan hatinya setelah benar-benar menjalani prosesi pernikahan. Pernikahan yang didasari dengan kesucian hati, insya Allah akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang juga akan terjaga hatinya. Generasi penerus itu diciptakan dari sebuah pernikahan yang dilalui dengan jalan yang benar tanpa melanggar syariah agama yang menjadi pedoman kita dalam berbuat.
Key Sentence :
“Jaga hati kita untuk calon pendamping kita, insya Allah calon pendamping hidup kita juga akan menjaga hatinya untuk kita. Melalui pernikahan akan menyatukan hati yang saling menjaga dan akan melahirkan generasi penerus bangsa yang terjaga hatinya.”
Semarang, 14 Juli 2011
Silvia Dyah Puspita Sari
# sekedar gorean kata ketika diajak teman ikut lomba & diminta nulis dgn tema sperti di atas. Eh, alhmdlh pas acara dipanggil sebagai finalis, disuruh presentasi dadakan. pengalaman yang tak trlupa. Hmmmm. Alhamdulillah... ^_^
Saturday, 2 June 2012
Rubrik Debat Mahasiswa
Tema ”Setujukah Anda hasil ujian nasional digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi?”
Hasil ujian nasional hanya mencakup beberapa mata pelajaran saja dan standar kelulusan pun disamakan. Jadi, alangkah baiknya kalau perguruan tinggi tetap mengadakan seleksi masuk sesuai standar masing-masing. Hal ini dikarenakan minat siswa satu dan lainnya berbeda terhadap banyaknya jurusan atau program studi di perguruan tinggi.
Diterbitkan di Republika, 2 Mei 2012
Subscribe to:
Comments (Atom)


